Serendipity

Serendipity Diadaptasi Jadi Komik di Webtoon

Jika dulu novel Dear Nathan diterbitkan penerbit Mayor, Best Media, maka kali ini Erisca memilih imprint dari penerbit Haru, yaitu penerbit Inari. Penerbit Haru sendiri adalah penerbit yang kosen menerbitkan buku-buku bertemakan seputar Asia, Korea, misalnya, kebanyakkan buku hasil terjemahan, nah untuk penebit Inari imprint Haru yang kosennya menerbitkan buku-buku yang berlatarkan Indonesia,

makanya Erisca lulus menerbitkan naskah di Inari, dan yang unik, setiap buku yang terbit di Inari bakal dibuatkan merchandisenya, entah itu gantungan kunci, boneka, atau barang-barang lain yang tentunya jadi keuntungan tersendiri bagi penulis, termasuk Erisca yang bisa engan mudah mempromosikan novelnya dengan lebih mudah dengan adanya merchandise menarik. Tak hanya itu, Erisca juga berhasil membuat novelnya diadaptasi jadi komik di Webtoon!

Novel yang terbit setahun lalu dengan tebal 424 halaman ini terbilang sangat menarik sampai bisa diadaptasi jadi sebuah komik Webtoon dan tentunya pembaca Serendipity semakin banyak, apalagi Webtoon dipost setiap seminggu sekali, jadi pembacanya akan terus setia menunggu sampai ke postingan episode terakhir.

Ini jadi bukti kalau Serendipity memang dirancang Erisca Febriani untuk melanjutkan peran besar Dear Nathan di dunia perbukuan, dan rancangan yang Erisca harapkan itu sudah bisa terlampaui lewat membludaknya Serendipity hingga saat ini. Sejak diadaptasi jadi komik, Serendipity menemui kepopulerannya dengan progress yang sangat cepat karen bentukan komik emmang lebih menarik dengan gambar-gambar yang memberikan kejelasan karakter tiap tokoh Serendipity.

Bulrb Serendipity

“Lo adalah serendipity gue.”

Dulunya, Arkan dan Rani adalah sepasang kekasih. Tiba-tiba di sebuah taman kota, Arkan mengikrarkan bahwa mereka harus berpisah. Dua bulan telah berlalu. Sekarang, meskipun mereka satu kelas, Arkan tidak pernah lagi menyapanya. Kadang, memang selucu itu; mereka yang dulunya menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengobrol tentang apa pun, kini bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan ‘hai’ atau ‘selamat pagi’.

Rani tahu Arkan membencinya. Rani tahu ini kesalahannya. Tapi Arkan seharusnya mendukungnya. Dia sedang berusaha bertahan hidup. Dengan segala kemampuannya, dengan segala perisai dan kekuatannya, Rani berusaha bertahan dan berdiri tegak.

Serendipity

Dari baca bulrbnya saja, pembaca sudah dbuat menarik, apalagi jika membaca keseluruhan novelnya. Kemampuan Erisca menuliskan kisah cinta sederhana, persahabatan murni, dan kisah masa sekolah patut diacungi jempol.

Semuanya bagiannya ditulis sesuai porsi dan yang lebih menarik lagi, Erisca selalu membuat quote yang kesannya personal bagia tiap pembaca, dan quotenya itu disampaikan pada pembaca lewat rentetan kalimat yang sama sekali tidak terkesan seperti sebuah kalimat yang dibuat-buat, seperti dalam potongan di halaman 15, “Kadang, memang selucu itu, mereka yang dulu bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengobrol tentang apa pun, kini bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan ‘hai’ atau ‘selamat pagi’.”…

Read more